Menjadi Agen Asuransi Prudential

family dBeberapa tahun yang lalu, setelah aku mengabdi di sebuah perusahaan swasta, akhirnya aku memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaanku. Aku melakukannya karena pekerjaanku sudah memaksaku untuk menghancurkan rumah tanggaku sendiri secara perlahan-lahan. Tiga bulan pertama bekerja semuanya tampak begitu indah bagiku. Aku bisa menghasilkan uang setiap bulannya untuk mencukupi kebutuhanku dan keluarga kecilku tercinta. Pada saat itu, aku belum memiliki anak sehingga sebagian besar gajiku bisa aku tabungkan.

Pada bulan ke 10 aku bekerja, istriku akhirnya melahirkan dan aku sangat begitu bahagia karena ada malaikat kecil yang menjadi motivasi dan semangatku untuk giat bekerja. Sayangnya, kebahagian yang aku rasakan tidak bertahan lama karena aku mendapatkan banyak tugas dari kantor hampir setiap hari. Hal ini memaksaku untuk pulang pukul 8 malam setiap harinya. Istriku yang sedang menyusui tampak tidak senang dengan kondisiku. Namun, aku tidak bisa berbuat apa-apa kecuali terus berusaha semaksimal mungkin.

Lama kelamaan, istriku meluapkan emosinya dan pulang ke rumah orang tuanya. Dia tidak tahan jika harus mengurus anak sendirian. Aku yang pada saat itu cukup emosi merasa tidak terima dengan keadaan tersebut dan memilih untuk meninggalkan rumah. Dua hari aku tidak masuk kerja karena pikiranku sudah tidak fokus untuk bekerja lagi. Setelah itu, aku masuk kantor dan atasanku menegur keras tindakanku. Aku berusaha menjelaskan dan atasanku tetap tidak bisa menerima. Aku yang sedang kalut cukup terpukul dengan ocehan bosku. Waktu pulang kantor, aku merenung dan mencoba mengintrospeksi diri atas semua yang telah terjadi. “Andai aku tidak disibukkan dengan pekerjaan kantor, mungkin aku sedang bersama istri dan anakku saat ini” kata hatiku. Malam itu juga aku berpikir dan memutuskan untuk resign.

prudential cKeesokan harinya aku dengan langkah pasti masuk kantor dan menemui atasanku. Aku mengajukan surat pengunduran diri dan beliau mencoba membujukku untuk bertahan. Namun, keputusanku sudah bulat dan akhirnya dia menerima permintaanku. Aku mencoba memperbaiki semuanya dari awal lagi. Aku menjemput istriku dari rumah orang tuanya dan berjanji untuk banyak meluangkan waktu demi keluarga. Soal pekerjaan, aku mendapatkan tawaran dari kakak iparku untuk menjadi agen asuransi Prudential. Awalnya aku tidak begitu tertarik, tapi setelah mendengar penjelasannya mengenai keuntungan jadi agen prudential dan plus minus menjadi agen, aku pun tertarik untuk mencoba profesi tersebut. Btw, dapatkan informasi terkait tentang agen asuransi Prudential di akun FB agen asuransi sukses.

Kakak iparku membimbingku dengan sabar dan penuh semangat agar aku bisa menjalani pekerjaanku dengan maksimal. Enam bulan berselang, jerih payahnya membuahkan hasil di mana aku sudah bisa mandiri dan bekerja sendiri tanpa pengawasan penuh darinya. Aku juga berhasil mendapatkan setidaknya satu atau dua orang nasabah setiap bulannya. Bahkan, aku pernah mendapatkan lebih dari lima nasabah dalam satu bulan.

Bekerja sebagai seorang agen asuransi benar-benar sangat menguntungkan karena waktu kerjanya fleksibel. Aku bisa bekerja kapan saja dan aku juga bisa menghabiskan banyak waktu untuk mengurus buah hatiku tercinta dan memperhatikan istriku. Di samping itu, pendapatanku per bulan lebih dari cukup untuk memenuhi semua kebutuhan keluarga kecilku.

Ingin Menjadi Agen Asuransi? Ini Tipsnya

Agen asuransi-Menjadi agen asuransi merupakan pekerjaan yang melatih diri untuk menjadi mandiri. Penghasilan agen asuransi tidak seperti para pegawai semestinya, tapi agen asuransi mendapatkan hasil berupa komisi dari nasabah yang mereka dapat. Semakin banyak nasabah, maka semakin besar komisi. Terkadang juga hasil komisi yang didapat per bulan cukup besar sehingga dapat mengalahkan gaji pekerja pada umumnya. Besaranya komisi yang didapat membuat orang berminat menjadi agen asuransi, tapi menjadi agen asuransi harus memiliki lisensi. Bagimana cara mendapatkan lisensi? Sebelum membahas mengenai lisensi, berikut ini akan dijelasakan tips untuk menjadi agen asuransi:

Mempunyai mental dan keberanian

Mejadi agen asuransi harus mempunyai mental dan keberanian yang tinggi karena Anda akan menghadapi orang banyak secara nyata. Jika Anda tidak memiliki keberanian sebagai agen asuransi, tentunya tidak dapat nasabah. Penghasilan yang Anda dapatkan tergantung dari kerja kerasa Anda, banyak nasabah, maka banyak komisi didapat. Untuk itu, Anda harus mempunyai mental dan keberanian tinggi menghadapi para nasabah, kedua bagian ini menjadi penting sebagai agen asuransi untuk memiliki. Jika Anda bertemu dengan nasabah yang cerewet, nah disinilah waktunya Anda untuk mempunyai mental dan keberanian Anda untuk menawarkan produk. Namun, Anda harus tetap bersikap sopan ketika nasabah tidak menginginkan kehadiran Anda. Buat yang mental dan keberaniannya kurang jangan merasa khawatir karena Anda akan mengikuti latihan terlebih dahulu.

Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik

Menjadi agen asuransi tentunya Anda harus memiliki kemampuan berkominikasi yang baik. Mengapa? Karena agen asuransi akan menawarkan produk secara langsung pada nasabah. Oleh karena itu, harus bisa meyakinkan nasabah dengan produk yang dijual. Namun, kemampuan komunikasi Anda harus disesuaikan ilmu yang Anda miliki agar informasi yang diberikan pada nasabah benar dan lebih meyakinkan. Menjawab dengan cepat akan membuat nasabah merasa yakin dengan produk yang Anda jual. Sebagai tips, jika Anda termasuk orang yang tidak pandai berkomunikasi, mulailah saat ini untuk berkumpul dengan orang-orang yang pintar berbicara untuk membiasakan diri Anda.

Kunjungi juga twitter agen sukses untuk mendapatkan informasi terbaru.

Menguasai tentang asuransi secara detail

Tips berikutnya untuk menjadi agen asuransi adalah menguasai tentang asuransi secara detai, seperti produk dan cara klaim. Menguasai secara detail mengenai produk adalah agar Anda bisa menjawab dengan benar semua pertanyaan dari nasabah. Selain produk, Anda juga harus menguasai tentang cara klaim. Masalah pengkleman sudah diataur di dalam polis yang tertera sesuai kesepakatan. Dengan Anda menguasai keduanya, ini menjadi cara agar Anda dapat menjawab semua jawaban para nasabah yang memiliki pertanyaan seputar produk. Untuk menguasai tentang asuransi secara detail ini, Anda harus mengikuti latihan terlebih dahulu untuk mendapatkan lisensi. Dengan Anda telah memegang lisensi, tentunya Anda akan menguasai produk yang akan ditawarkan dan dapat menjawab dengan benar.

Menjadi agen asuransi termasuk pekerjaan yang tidak membutuhkan modal dari diri sendiri dan akan menghasilkan komisi yang cukup tinggi. Untuk merahi komisi yang besar tersebut kunci suksesnya hanya ada pada diri Anda sendiri. Semakin Anda bekerja dengan giat mencari nasabah, maka semakin besar peluang mendapatkan komisi. Oleh karena itu, mudah-mudahan tips di atas bisa bermanfaat buat Anda semua khususnya buat Anda yang tertarik untuk menjadi agen asuransi. Baca juga artikel yang berkaitan mengenai syarat menjadi agen asuransi.

Pentingnya Lisensi bagi Seorang Agen Asuransi

Lisensi bagi Seorang Agen Asuransi

Agen asuransi merupakan salah satu pekerjaan yang saat ini cukup diminati. Mengapa? Pekerjaan ini memiliki penghasilan dari kumpulan komisi yang cukup menggiurkan. Semakin banyak nasabah, maka semakin besar komisi yang didapat. Digadang-gadang penghasilan dari agen asuransi setara bahkan bisa mengalahkan gaji pegawai negeri (tergantung jabatan & kuantitas nasabah). Untuk menjadi agen asuransi, harus terlebih dahulu lulus ujian lisensi. Apa pentingnya lisensi bagi agen asuransi?

Menjadi syarat untuk memasarkan produk

Lisensi merupakan syarat pertama yang harus dimiliki oleh seorang agen asuransi untuk memasarkan produk. Jika tidak memiliki lisensi, tidak menjadi ilegal kalau tetap memaksakan diri untuk memasarkan produk asuransi. Untuk mendapatkan lisensi agen asuransi sendiri, seseorang harus terlebih dahulu mengikuti sejumlah tes. Ini berarti, seorang agen asuransi harus punya pengetahuan tentang asuransi tidak boleh asal-asalan. Dengan begitu, agen asuransi dapat memberikan informasi yang benar.

Meningkatkan kepercayaan nasabah

Lisensi sangat penting bagi agen asuransi dalam memasarkan produk. Tidak hanya melihat dari penampilan saja, tetapi juga calon nasabah yang teliti dan cerdas bakal menanyakan lisensi keagenan. Asumsinya, agen asuransi yang sudah mengantongi lisensi memperjelas statusnya dapat dipercaya. Lebih dari itu, calon nasabah juga berharap bakal mendapatkan sumber informasi tentang produk asuransi yang dibeli dengan benar dan detail.

Mendongkrak pengetahuan tentang asuransi

Dinyatakan lulus dari ujian, berarti telah siap menjadi agen asuransi yang patut dipilih. Ilmu yang telah didapatkan dari tes offline atau offline sedikit banyaknya bakal mendongkrak pengetahuan tentang asuransi. Dengan begitu, ketika mendapatkan pertanyaan dari nasabah, jawaban tidak bakal salah. Lebih dari sekedar menjual produk asuransi sebanyak-banyaknya, agen asuransi yang punya lisensi harus memberikan bantuan pada nasabah untuk mendapatkan produk asuransi yang tepat berdasarkan pengetahuan yang dimiliki.

Lisensi sendiri dikeluarkan oleh asosiasi asuransi terkait.